📌 Penjelasan Baku
Memvalidasi arah pergerakan harga utama (*Higher Timeframe Bias*) pada grafik 4 Jam. Langkah ini bertujuan agar eksekusi posisi searah dengan aliran dana institusi (*Institutional Order Flow*).
💡 Contoh Skenario
Bullish Bias: Pada grafik 4H terbentuk struktur Higher High (HH) dan Higher Low (HL) yang jelas, atau harga baru menembus resistance struktural (*Break of Structure*).
📌 Penjelasan Baku
Memastikan telah terjadi pengambilalihan likuiditas (*Liquidity Sweep*) pada batas level harga tertinggi/terendah di *timeframe* 15 Menit saat jam perdagangan aktif (*Kill Zone* seperti Sesi London atau New York).
💡 Contoh Skenario
Saat Sesi London tiba (sekitar jam 14:00 WIB), harga sengaja didorong turun sejenak untuk menembus titik terendah Asia (*Asian Low Sweep*) demi mengambil *Stop Loss* para trader ritel.
📌 Penjelasan Baku
Mencari bukti konfirmasi perubahan arah tren di grafik 1 Menit setelah likuiditas diambil. Diindikasikan oleh adanya *Market Structure Shift (MSS)* atau *Change of Character (ChoC)* yang dramatis.
💡 Contoh Skenario
Setelah *sweep* terjadi, grafik 1M langsung membuat lonjakan *candle impulsif* ke atas yang sukses mematahkan titik *Lower High* terakhir (*ChoC/MSS*).
📌 Penjelasan Baku
Menunggu harga kembali (*retracement*) masuk ke dalam area perhatian utama (*Point of Interest*) pada grafik 5 Menit, berupa *Order Block (OB)* atau *Fair Value Gap (FVG)* sebelum membuka posisi.
💡 Contoh Skenario
Harga memantul turun perlahan menuju celah *Fair Value Gap (FVG 5M)* atau *Bullish Order Block (OB 5M)*. Kita memasang Limit Order/Entry tepat ketika harga menyentuh batas area tersebut.
📌 Penjelasan Baku
Memastikan parameter batas risiko telah dihitung secara presisi. Meliputi penetapan jarak *Stop Loss (SL)*, *Take Profit (TP)* rasio *Risk to Reward (RR)* minimal, dan batasan ukuran posisi (*Lot Size*).
💡 Contoh Skenario
Batas risiko diatur maksimal 1% dari total modal per transaksi, posisi SL diletakkan beberapa pips di bawah *Low 5M/1M*, dan target TP dipasang pada minimal rasio 1:3 RR.