Aksi 1: Komunitas kreatif– Dari Kedai ke Kedai, Dari Ngopi ke Aksi
Kalau kamu tipenya pendiam, susah senyum, dan gengsi ngobrol, hmm... mungkin kamu butuh latihan dulu sebelum gabung di tim ini. Soalnya, Aksi 1 itu tim paling rame! Ini bukan komunitas yang cuma aktif pas ada undian berhadiah, ya. Ini tentang orang-orang yang pengen bikin perubahan, tapi dimulai dari hal-hal receh—kayak ngobrol di warung kopi sambil nunggu hujan reda.Tapi tenang, kamu nggak perlu ikut pelatihan militer. Kami cuma butuh kamu bawa satu hal penting: keberanian untuk membuka diri. Nggak harus curhat semua masalah hidupmu sih (kecuali kamu memang pengin), tapi minimal punya semangat buat mikir bareng, ketawa bareng, dan kadang merenung bareng.
"Menjadi petani itu bukan cuma urusan nyangkul dan panen. Tapi juga soal menjaga warisan kebijaksanaan dari bumi. Dan... kadang jempol yang hitam karena tanah."
Bukan kelompok motivator yang tiap hari kirim quotes ke grup. Tapi kita percaya, kalau kamu mau berubah, ya mulai dari komunitas. Mau itu komunitas tukang kopi, tukang tanam, atau tukang nyari sinyal di pinggir kebun.
Kita bakal sering brainstorming—tapi tenang, ini bukan operasi otak. Ini lebih ke ngobrol santai, lempar ide, terus bingung bareng, sambil makan gorengan. Kadang dapet ide cemerlang, kadang cuma dapet lemak trans.
Di tengah dunia yang makin sibuk pamer, kami lebih pilih jadi petani yang santuy tapi punya prinsip. Gaya hidup bertani itu bukan karena nggak ada pilihan lain, tapi karena kami sadar: yang tanam sayur itulah pahlawan. Yang nyangkul itulah seniman. Yang bawa cangkul itu bukan kalah saing, tapi udah menang duluan karena ngerti arti hidup.
Jadi kalau kamu bangga pakai caping, kalau kamu ngerti rasanya ngopi di ladang, dan kamu siap ngomong jujur tanpa takut dibilang aneh—selamat, kamu lulus!
Kalau kamu ngerasa cocok, yuk gabung! Kalau masih ragu, santai dulu. Tapi ingat, perubahan dimulai dari ngobrol iseng yang nggak disangka serius.
Karena masa depan pertanian butuh kita yang bisa mikir bebas merdeka dan ketawa bareng!
Karena Dunia Butuh Bukti Kita Pernah Eksis (Selain Struk Indomaret)
Pernah nggak sih kamu merasa hidupmu udah keren, tapi sayangnya nggak ada yang dokumentasiin? Kayak waktu kamu nemu cabai tumbuh di sela-sela tembok, atau pas kamu berhasil masak mie tanpa gosong. Sayang banget, nggak ada yang nge-story-in.
Nah kita percaya: dokumentasi itu penting. Karena tanpa dokumentasi, bisa-bisa dunia nggak tahu kalau kita pernah ada. Ngeri kan? Udah capek-capek bertani, eh yang viral malah kucing nari di TikTok.
Kita di sini bukan cuma jago bikin konten buat gaya-gayaan. Tapi kita pengen nunjukin bahwa bertani, berdiskusi, bereksperimen, nyanyi dan bahkan gagal pun, itu layak diabadikan. Karena siapa tahu, kegagalan kita hari ini jadi inspirasi generasi besok. (Atau minimal jadi meme internal yang lucu.)
Dokumentasi itu semacam mesin waktu. Kita bisa lihat ke belakang dan bilang, "Oh, ternyata dulu kita segitu polosnya, ya." Tapi dari situlah kita bisa belajar dan bikin konten yang makin cakep, makin tajam, dan makin relate.
Terus, kreativitas? Wah, ini bumbunya. Tanpa kreativitas, dokumentasi cuma jadi tumpukan file di folder “nanti diedit” yang nggak pernah dibuka. Kreativitas bikin cerita kita menarik, foto kita punya nyawa, dan video kita... ya, minimal nggak ngebosenin.
Kita itu juga semacam jadi ninja konten: merekam, mengedit, bikin caption, mikir konsep, dan kadang cuma nonton ulang video sambil ngakak karena ada momen lucu yang nggak sengaja terekam.
Kita pengen bantu komunitas tetap eksis. Bukan sekadar ada, tapi meninggalkan jejak. Biar orang-orang tahu: "Oh, ini loh gerakan yang keren itu, yang dari desa tapi pikirannya udah nyentuh galaksi lain."
Pokoknya, kalau kamu suka bikin konten, suka ngedit, suka ngomong depan kamera (atau nyuruh temenmu jadi talent), kamu cocok banget masuk sini.
Tapi kalau kamu belum bisa semua itu? Tenang, kita masih tahap riset dan pengembangan kok. Belum sempurna, tapi udah mulai. Tinggal kamu... mau ikut brainstorming atau cuma jadi penonton?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar