Logo ToFarmer

Tampilkan postingan dengan label tim petapa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tim petapa. Tampilkan semua postingan

Perlawanan Sunyi yang Kami Temui di Ladang Teh



Di balik hamparan hijau yang sering muncul di brosur wisata, ada cerita lain yang jarang diangkat. Cerita tentang kebun yang sebenarnya sudah ngos-ngosan. Tentang petani yang masih memetik daun, meski kebun itu bukan miliknya. Tentang hidup yang terus jalan, walau tak pernah disorot kamera.

Pangeran Diponegoro jelas tidak menanam teh. Tidak ada hubungan langsung antara perjuangan beliau dengan kebun teh. Tapi nama besar Diponegoro sering diseret ke mana-mana, dipakai untuk memberi kesan mulia pada proyek-proyek pembangunan yang datang jauh setelah zamannya. Simbol besar dipasang, sementara kenyataan kecil di lapangan sering ditutup rapat.

Kita melihatnya sendiri, bahkan kita mengalaminya. Pola yang dipakai adalah pola lama: perkebunan besar ala kolonial. Monokultur, rapi, mudah dihitung anggarannya. Lahan dibabat habis, lalu teh ditanam sebagai pengganti. Sistem ini hidup dari proyek dan dana, bukan dari keberlanjutan.

Selama dana mengalir, kebun dirawat. Begitu proyek selesai, kebun ditinggal, kebun teh tidak benar-benar dihidupkan . Selanjutnya Wisata jadi jalan cepat: pemandangan dijual, meski teh tak lagi jadi tumpuan utama. Cerita diperhalus, sejarah diringkas, kegagalan ditutup dengan foto-foto cantik.

Istilah seperti agrowisata teh aktif terdengar meyakinkan. Tapi tetap menyisakan tanya: aktif untuk siapa? Dari perkebunan ke wisata, sering kali itu cuma luka lama yang ditutup brosur. Sementara petani yang masih bertahan, itulah perlawanan yang paling sunyi.

Di tengah kondisi seperti itu, masih ada petani yang memilih tetap jalan. Mereka tidak semua lahan sendiri. Bahkan  menyewa atau mengontrak petak-petak kecil kebun teh yang belum sempat dibabat. Mereka memetik daun, mengolah seadanya, lalu menjual dalam skala kecil.

Tidak ada proyek besar di sini. Tidak ada janji. Yang ada cuma keberanian, konsistensi, dan pengetahuan yang diwariskan dari lapangan.

Kalau ini mau disebut gerilya, ini bukan gerilya angkat senjata. Ini gerilya hidup: bertahan supaya sesuatu tidak benar-benar mati. Di titik ini, narasi Diponegoro justru terasa lebih pas—bukan soal perang, tapi soal laku bertahan. Bedanya, kalau Diponegoro musuhnya jelas, petani hari ini sering tak tahu harus melawan siapa.

Dalam cara pandang Jawa, menang tidak selalu soal angka besar. Ada konsep menang tanpa ngasorake—menang tanpa merendahkan, menang tanpa harus menguasai. Petani teh ini mungkin kalah secara ekonomi dan kebijakan. Tapi selama mereka masih menanam dan merawat kebun dengan jujur, hidup itu belum kalah. Yang dijaga bukan cuma tanaman, tapi cara hidup.

Dari kesadaran sederhana itulah kami melangkah: yang masih hidup tidak boleh ditinggal sendirian. 

Peran kami sederhana dan realistis:


mencatat proses yang benar-benar terjadi,
menjaga agar cerita petani tidak hilang,
dan, jika kelak sistem memungkinkan, membantu menciptakan keberlanjutan bagi mereka yang tetap konsisten.

tags: #teh #kebunteh #patihombo #menoreh #kulonprogo

Makalah Kecil tentang identitas dunia dan identitas batin



Disini saya/kita akan membagikan sebuah alur dalam mengenal diri kita sendiri, kita tau kelemahan kita pada narasi bahkan tentang diri kita sendiri , bagaimana mau membangun narasi besar tentang sebuah wilayah, apalagi sebuah negara ... kejauhan , kita kenali diri kita sendiri dulu . Dibawah ini kita tuliskan makalah sederhana tentang hal ini yang didapat dari refleksi tentang diri saya sendiri ( penulis)


Mengenali Identitas Dunia dan Batin


Setiap orang punya dua sisi yang berjalan bersama: sisi dunia dan sisi batin.
Sisi dunia adalah bagian yang tampak — pekerjaan, karya, dan cara kita hidup setiap hari.
Sisi batin adalah

Jurnal Telo Pendem – Hari ke 8 & 9 : Membaca Alam, Belajar dari Telo

Setiap percobaan dalam pertanian membawa kejutan yang tak terduga. Kita bukan hanya menanam dan menunggu hasil, tetapi juga belajar dari interaksi alam yang terjadi di sekitarnya. Percobaan Telo Pendem ini bukan sekadar melihat bagaimana umbi bertumbuh, tetapi juga memahami bagaimana tanaman beradaptasi dengan lingkungannya, menghadapi tantangan dari cuaca, tanah, hingga interaksi dengan hewan liar. Dua hari terakhir memberikan pelajaran baru tentang bagaimana tumbuhan, hewan, dan manusia bisa berbagi ruang secara harmonis.

Hari ke 8: Pertumbuhan dan Tantangan Baru

Hari ke-8 menunjukkan perkembangan yang semakin jelas dalam percobaan ini. Umbi yang ditanam dengan sebagian direndam mulai tumbuh lebih cepat dibandingkan metode lainnya. Tinggi tunas yang muncul bervariasi, dengan yang tertinggi mencapai sekitar 12 cm, sementara yang paling lambat baru menunjukkan mata tunas.

Namun, metode perendaman air mengalami tantangan baru. Beberapa umbi mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan, dengan munculnya serbuk putih yang kemungkinan besar adalah kotoran ulat atau mungkin jamur. Ini menjadi perhatian karena bisa berdampak pada kesehatan umbi. Sementara itu, umbi yang dipendam sepenuhnya masih belum menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang terlihat.



Saat melakukan pemantauan, ditemukan kehadiran jangkrik di sekitar area percobaan. Ini bisa menjadi ancaman karena jangkrik berpotensi memangsa tunas yang baru muncul. Oleh karena itu, perlu dipikirkan strategi ke depan agar tetap bisa menjaga keseimbangan antara pertumbuhan umbi dan interaksi dengan hewan di lingkungan sekitarnya.

Cuaca:

Pagi: Panas

Siang & Sore: Hujan lebat dengan petir



Hari ke 9: Gangguan dari Hewan Liar

Hari ini membawa kejutan baru dalam percobaan. Salah satu umbi hilang, kemungkinan besar dimakan oleh hewan. Menariknya, hanya umbinya yang hilang, sementara tunasnya masih tertinggal di tempat. Hal ini menunjukkan bahwa hewan yang mengambilnya lebih tertarik pada bagian umbi daripada tunasnya. Tidak ada jejak yang jelas tentang bagaimana umbi itu dibawa pergi, menandakan kemungkinan hewan memakannya di tempat tanpa meninggalkan sisa.

Saat mengecek tunas yang tertinggal, ternyata sudah mulai memiliki akar meskipun masih sedikit. Untuk menyelamatkannya, tunas tersebut kemudian direndam dalam air agar tetap hidup dan memiliki kesempatan tumbuh kembali. Kejadian ini juga memberikan pelajaran bahwa pagar yang ada belum cukup tinggi untuk mencegah akses hewan liar. Ini menjadi catatan penting untuk diperbaiki ke depannya.

Cuaca:

Pagi: Panas

Refleksi dari Sudut Pandang Tim Petapa

Kejadian ini memberi wawasan baru dalam memahami hubungan antara pertanian dan alam, terutama interaksi dengan hewan liar. Dalam pandangan Tim Petapa, ini bukan sekadar ancaman yang harus dihilangkan, melainkan sinergi yang harus dikelola dengan bijak. Kita tidak akan menganggap hewan liar sebagai musuh, melainkan bagian dari ekosistem yang perlu kita pelajari dan pahami.

Salah satu gagasan yang muncul adalah membuat sistem pertanian yang tetap memberi ruang bagi hewan liar untuk mendapatkan makanan, tetapi dengan batasan tertentu. Misalnya, menyediakan area pinggiran sebagai sumber makanan bagi hewan, sementara bagian tengah tetap digunakan untuk pertanian utama. Dengan cara ini, interaksi dengan alam bisa lebih seimbang dan berkelanjutan.

Namun, pendekatan ini tetap harus rasional. Terlalu banyak memberi makan hewan liar bisa berdampak buruk, karena bisa membuat mereka terlalu bergantung pada sumber makanan buatan dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, perlu dilakukan eksperimen jangka panjang untuk menemukan formula yang ideal antara keberlanjutan pertanian dan harmoni dengan alam.

ToFarmer sejak awal bukan hanya tentang mencari keuntungan finansial, tetapi tentang membangun sistem pertanian yang maju tanpa meninggalkan aspek fundamental seperti alam dan sejarah. Dengan pendekatan ini, kita berharap bisa menjadi pionir dalam pengetahuan tentang interaksi antara pertanian dan ekosistem liar. Perjalanan ini masih panjang, dan kita akan terus belajar bersama untuk menemukan keseimbangan yang paling ideal.

Jurnal ini mencatat setiap tantangan dan perkembangan yang terjadi dalam percobaan Telo Pendem. Setiap hari membawa pelajaran baru, yang semakin memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana pertanian bisa berinteraksi secara harmonis dengan alam.
















Pranata Mangsa: Kearifan Lokal Jawa yang Menginspirasi Proyek ToFarmer. Kolaborasi Aksi 3 (tim ladang) denga Aksi 7 (tim petapa)



Pranata Mangsa tidak hanya menjadi panduan dalam bercocok tanam, tetapi juga menyampaikan pesan tentang harmoni antara manusia dan alam. Kolaborasi antara Tim Ladang dan Tim Petapa menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal seperti ini dapat digabungkan dengan inovasi modern untuk membangun masa depan yang berkelanjutan.

Pranata Mangsa adalah sistem penanggalan tradisional masyarakat Jawa yang membagi satu tahun menjadi 12 musim atau mangsa. Sistem ini berfungsi sebagai panduan untuk bercocok tanam, memahami pola cuaca, dan menjaga keseimbangan dengan alam. Dalam konteks proyek ToFarmer, kearifan ini tidak hanya berguna bagi Tim Ladang (Aksi 3) untuk strategi pertanian, tetapi juga menginspirasi Tim Petapa (Aksi 7) dalam menggali filosofi hidup yang mendalam.

Pranata Mangsa Secara Lengkap.

Sebagai rujukan awal yang akan kita riset kembali untuk relevansinya, sebagai tema belajar yang cukup menarik dan perlu.

Berikut adalah penjelasan dasar yang kita dapatkan untuk setiap mangsa, lengkap dengan kondisi cuacanya:

1. Mangsa Kasa (Kaji)

Periode: 22 Juni – 1 Agustus (41 hari)

Ciri Cuaca: Awal musim kemarau, cuaca panas dan kering. Angin bertiup dari timur laut ke barat daya.

Fenomena Alam: Pohon-pohon mulai menggugurkan daun, belalang bertelur.

Aktivitas Pertanian: Panen padi selesai, petani menanam palawija.

2. Mangsa Karo

Periode: 2 Agustus – 25 Agustus (24 hari)

Ciri Cuaca: Puncak musim kemarau, suhu udara sangat panas, tanah retak.

Aktivitas Pertanian: Penanaman palawija yang tahan kekeringan.

3. Mangsa Katelu (Kalu)

Periode: 26 Agustus – 18 September (24 hari)

Ciri Cuaca: Masa peralihan, suhu mulai sejuk, hujan ringan mulai turun.

Aktivitas Pertanian: Persiapan lahan untuk musim tanam padi.

4. Mangsa Kapat

Periode: 19 September – 13 Oktober (25 hari)

Ciri Cuaca: Awal musim hujan, hujan turun lebih sering tetapi belum merata.

Aktivitas Pertanian: Penanaman padi di sawah tadah hujan.

5. Mangsa Kalima

Periode: 14 Oktober – 8 November (26 hari)

Ciri Cuaca: Curah hujan sedang mulai teratur, angin stabil.

Aktivitas Pertanian: Menjaga tanaman dari hama dan gulma.

6. Mangsa Kanem

Periode: 9 November – 21 Desember (43 hari)

Ciri Cuaca: Puncak musim hujan, curah hujan sangat tinggi.

Aktivitas Pertanian: Melindungi tanaman dari kelebihan air.

7. Mangsa Kapitu

Periode: 22 Desember – 3 Februari (43 hari)

Ciri Cuaca: Hujan masih lebat tetapi mulai berkurang, angin besar sering terjadi.

Aktivitas Pertanian: Menanam tanaman musim hujan.

8. Mangsa Kawolu

Periode: 4 Februari – 1 Maret (26 hari)

Ciri Cuaca: Hujan mulai berkurang, sesekali petir terjadi.

Aktivitas Pertanian: Panen padi dan penanaman palawija.

9. Mangsa Kasanga (Kesongo)

Periode: 2 Maret – 25 Maret (24 hari)

Ciri Cuaca: Akhir musim hujan, petir sering terjadi di sore dan malam hari.

Aktivitas Pertanian: Pengolahan hasil panen.

10. Mangsa Kasadasa

Periode: 26 Maret – 18 April (24 hari)

Ciri Cuaca: Peralihan menuju musim kemarau, cuaca stabil, cenderung panas.

Aktivitas Pertanian: Menanam tanaman keras.

11. Mangsa Dhesta

Periode: 19 April – 11 Mei (23 hari)

Ciri Cuaca: Udara hangat dan kering, matahari bersinar terik.

Aktivitas Pertanian: Menanam palawija.

12. Mangsa Saddha

Periode: 12 Mei – 21 Juni (41 hari)

Ciri Cuaca: Akhir musim penghujan, cuaca panas dan kering.

Aktivitas Pertanian: Penyelesaian panen palawija.


............


Relevansi di ToFarmer

Tim Ladang (Aksi 3)

Tim ini menggunakan Pranata Mangsa untuk:

Menentukan waktu tanam dan panen.

Memaksimalkan hasil pertanian dengan memahami pola cuaca.

Mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menjaga keseimbangan dengan alam.

Tim Petapa (Aksi 7)

Tim ini memanfaatkan filosofi Pranata Mangsa untuk:

Membangun kesadaran komunitas akan pentingnya harmoni dengan siklus alam.

Mendokumentasikan kearifan lokal sebagai inspirasi.

kita update , bagaimana untuk Progres Tim Trading (Aksi 6) ?

Sementara itu, Tim Trading menunjukkan langkah maju dengan mencapai level rookie dalam aplikasi Trader Family sebagai analis. Dalam waktu kurang dari dua bulan, tim ini sudah mulai membangun portofolio sebagai langkah awal mencari modal untuk mendukung seluruh proyek ToFarmer. Meskipun hasil ini belum bisa disebut sukses, ini adalah fondasi penting menuju keberhasilan yang lebih besar.



ToFarmer terus berjalan maju dengan semangat kolaborasi, baik dalam pertanian, filosofi, maupun inovasi, termasuk progres yang menjanjikan dari Tim Trading. Bersama-sama, semua tim bergerak menuju visi besar untuk menginspirasi dan mendukung dunia pertanian yang lebih baik.



AKSI 5: Petapa — Si Penjaga Keseimbangan dan Ketenteraman Jiwa

 AKSI 7: Tim Petapa - Menciptakan Ruang untuk Refleksi dan Inspirasi



AKSI 5: Petapa — Si Penjaga Keseimbangan dan Ketenteraman Jiwa

Kalau AKSI lain sibuk mikirin cuan, lahan, dan teknologi, nah… Tim Petapa ini beda sendiri. Mereka nggak ngurusin tanam atau trading, tapi nanam kesadaran. Tim ini adalah penjaga kebijaksanaan, spiritualitas, dan ketenangan dalam proyek ToFarmer. Bisa dibilang mereka ini kayak “WiFi spiritual” buat komunitas—nyambungin kita ke alam dan ke dalam diri sendiri.

Peran Sakral Tapi Santai

1. Meditasi, Bukan Melamun

Mereka sering ngajak kita buat berhenti sejenak dari kejar-kejaran dunia. Retret, duduk di bawah pohon, atau sekadar tarik napas panjang sambil dengerin suara jangkrik—itu semua bagian dari kerja mereka. Biar nggak cuma sawah yang subur, tapi juga pikiran.

2. Berteman Sama Alam

Tim Petapa ngajak kita buat balik lagi ke hubungan yang harmonis sama alam. Soalnya, kalau alam udah ngambek (kayak banjir atau kekeringan), kita semua yang repot. Jadi mereka bikin kegiatan alam terbuka—yang nggak cuma healing, tapi juga reconnecting.

3. Ngulik Kebijaksanaan Lama

Mereka ini kolektor quotes bijak, tapi bukan dari Instagram. Mereka belajar dari tradisi lokal, filsafat kuno, dan ajaran nenek moyang. Dari situ, mereka bantu kita mikir jernih dan ambil keputusan yang nggak cuma masuk akal, tapi juga masuk hati.

4. Menjadi Rem untuk Gas yang Kebablasan

Ketika tim lain lagi semangat ngebut inovasi dan teknologi, Tim Petapa ngingetin: “Eh, jangan lupa istirahat, jangan sampai lupa diri.” Mereka menjaga keseimbangan antara kemajuan dan kebijaksanaan, biar langkah kita tetap stabil dan arah nggak ngelantur.


Refleksi Adalah Revolusi

Di tengah dunia yang serba cepat dan bising, Tim Petapa ngajak kita pelan-pelan. Bukan karena lelet, tapi karena sadar: bijak itu perlu waktu. Mereka percaya bahwa kedamaian batin itu adalah fondasi dari pertanian yang berkelanjutan dan komunitas yang kuat.


AKSI 5: Tim Petapa

  • Tugas utama: ngejaga kesehatan mental dan spiritual komunitas.
  • Motto: Diam itu emas, tapi refleksi itu tambang emas.

Masih tahap riset dan kontemplasi. Kalau kamu suka rebahan sambil mikir makna hidup (dan pengen berguna buat sesama), mungkin kamu calon Petapa berikutnya.
Tinggalin nomor buat update kegiatan dan ajakan ngopi sambil merenung bareng.



"Jika makanan menghilang dari muka bumi, semua harta takkan mampu memuaskan lapar."

Gambar Lapisan 1

"Bukan uang yang membuat dunia berputar, tapi makanan yang menghidupi setiap jiwa."

Gambar Lapisan 2

"Saat uang diberikan secara cuma-cuma, nilai sejatinya hanyalah angka. Namun, saat makanan tersedia, kehidupan berlanjut tanpa batas."

Gambar Lapisan 3

"Petani dan alam adalah duo pahlawan yang menjaga ritme kehidupan, mengisi perut dan hati kita dengan kebaikan."

Ngopi sambil Tour ke To Farmer ( Klik Cangkir Kopi untuk Geser)👇👇👇

Visi

Visi **Visi:** 

Visi ToFarmer adalah menciptakan ekosistem yang memberdayakan petani, anak muda, dan komunitas melalui kolaborasi lintas sektor: pertanian, teknologi, kreativitas, dan keberlanjutan.

Kita ingin menghadirkan gaya hidup bertani yang tidak hanya modern dan mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki nilai sosial, budaya, dan spiritual.

"ToFarmer": Ketika Bertani, Komunitas kreatif, Inovasi teknologi, Duit dan Spiritual Disatukan Jadi Satu Ekosistem Keren

 



"ToFarmer": Ketika Bertani, Komunitas kreatif, Inovasi teknologi, Duit dan Spiritual Disatukan Jadi Satu Ekosistem Keren


Tentang ToFarmer

TOFARMER ini bukan cuma proyek iseng yang dibikin pas ngopi sore. Ini proyek ambisius tapi niat banget yang pengen dibawa serius sampai jangka panjang. Tujuannya? Membangun komunitas kece yang nantinya bisa ngelahirin ekosistem petani masa depan yang nggak cuma garap ladang, tapi juga adaptif dan nggak panik soal uang bulanan.

Intinya, kita pengen bikin sistem yang bikin petani bisa fokus bertani—tanpa harus mikir, “Besok makan apa ya?” Karena ya... kebutuhan ekonomi udah ditanggung sistem. Kayak PNS, tapi versi petani dan jauh lebih seru.

Sistem ini nyambungin dunia pertanian dengan bidang-bidang yang kita anggap aneh nan asing kalau kita lahir di kampung pelosok seperti yang penulis alami . Biar keren aja? Nggak dong. Biar petani punya sistem yang indah,canggih, adil, aman, dan transparan sesuai karepe Mbilung kalau orang jawa bilang hehe

"ToFarmer" Itu Apa, Sih?

Bayangin komunitas yang kerjanya bangun sistem kekinian tapi fokusnya cuma satu: PERTANIAN BERKELANJUTAN. Kita ngebakukan "perilaku komunitas" ke dalam sistem. Jadi semua orang jalan bareng sesuai skenario—nggak ada drama.

Intinya, petani bisa bertani gaya masing-masing tanpa pusing mikirin isi dompet.
Mau nyangkul, bikin pupuk sendiri, jual panen, eksperimen soal tanaman, sampai bikin konten TikTok tentang ubi, semua dihargai. 


Isi Dalam "To Farmer" Ada Apa Aja?

Aksi 1: Komunitas kreatif  – Tukang sambung rasa ,penjaga vibes, rambut gondrong sok seniman ,bikin konten sampai branding kece
Aksi 2: Inovasi dan Teknologi – Si otak encer yang suka ngulik dan eksperimen. Hobi coding teknologi sakti sama suka bikin-bikin mesin sampai ngakalin pacul biar nggak bikin pegel.
Aksi 3:  Ladang – Si tukang panen ...siapa yang nanam? simbok? ya bukan dong tukang nanam juga...pokoknya  yang kerja di garis depan.
Aksi 4: Keuangan & Investasi – Manajer duit, biar cashflow tetap jalan.
Aksi 5: Petapa – Tukang mikir, kontemplasi, dan jaga arah visi.

Gimana Alur Gedenya?

Ngumpul, ngobrol, ngopi bareng, terus kerja bareng.
Semua orang ketemu, cerita, ngakak bareng, dan sepakat kalau pertanian itu bukan cuma kerja keras, tapi juga gaya hidup keren. Di sini Aksi 1 mulai kerja: ngebangun hubungan dan jaringan. Eksistensi adalah segalanya.Dokumentasi, konten, tulisan, podcast, vlog tentang pertanian. Pokoknya eksis dan konsisten. Nah, Aksi 1 masih ngurusin bagian ini.

Belajar terus, jangan bego.
Inovasi terus jalan, riset nggak boleh berhenti. Aksi 2 muncul dengan segala idenya yang kadang out of the box (atau out of ladang).Teknologi adalah sahabat petani.Blockchain dan AI bantu distribusi keuangan, ngatur komunitas, dan biar semua fair play. Ini masih kerjaan Aksi 2.

Panen, Panen, Panen!
Semua teori harus diuji di lapangan. Aksi 3 jadi eksekutor utamanya. Kalau nggak ada mereka, nggak ada yang bisa dimakan.

Cuan adalah bahan bakar.

Investasi dan perputaran uang buat ngebiayain petani. Aksi 4 yang jaga supaya semua dapat jatah dan petani nggak hidup dari angin.

Spiritualitas dan Logika itu Sepaket.
Alam berubah, manusia berubah. Aksi 5 bantu jaga arah biar nggak salah jalan. Ada yang mikirin visi dan sejarah juga, bukan cuma konten viral.


Sistem & Algoritma, Tapi Nanti Dulu...

Namanya juga sistem, pasti butuh proses . Tapi yang ini kita bahas di episode selanjutnya, biar nggak pusing duluan.


Mimpi Besar, Tapi Langkah Nyata

Emang ini proyek mimpi? YA IYALAH. Tapi kayak kata Bung Karno, mimpi tuh harus setinggi langit. Kalau jatuh, ya jatuhnya tetap di antara bintang-bintang (bukan di comberan).

Langkah kecil kita sekarang bisa jadi gerbang menuju masa depan pertanian yang lebih keren. Yuk, bareng-bareng jalanin ini. Dengan semangat, kerja keras, dan tentu saja... ide-ide gokil!


Nantikan bedah konsep lebih lanjut di artikel selanjutnya!
Kalau kamu penasaran, pengen gabung, atau sekadar pengen kepoin progres kita, tinggalin aja nomor.
Kita bakal update terus!

Yuk Gabung, biar nggak jadi petani yang kesepian.